Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tafsiran Lengkap Kitab Rut Dan Implikasinya Masa Kini (Part 1)

Meninggalkan Kampung Halaman (Rut 1:1-7)

Betapa sederhana dan menyegarkan hal-hal yang menjadi pusat perhatian Kitab ini: kehidupan desa, suka-dukanya, kebajikannya yang ramah dan terutama pemusatan perhatiannya pada tokoh-tokoh utama perhatiannya. Pada zaman itu tidak ada raja diantara orang Israel dan setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri (Hak.21:25). Pada zaman para hakim memerintah, ada kelaparan ditanah Israel, dan pergilah seorang dari Betlehem Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki kedaerah Moab untuk menetap disana sebagai orang asing. Pindah rumah bukan perkara enteng bagi setiap orang. Meskipun Elimelekh tidak perlu membawa perkakas rumah tangga sebanyak yang dibawa orang zaman modern, namun baginya pindah adalah keputusan yang berat baginya. Betlehem di Yehuda, kota kira-kira 8 km disebelah selatan Yerusalem sekarang. “Elimelekh berarti Allah-ku adalah Raja”. Naomi berarti menyenagkan,cantik dan menggembirakan. Yang mengharukan dari namanya menonjol setelah Naomi kembali dari Moab dengan Rut menantunya, penuh kesedihan dengan pengalaman pahit yang ia rasakan dari tangan Allah. “jangan sebutkan aku Naomi”, katanya kepada para tetangganya, “sebutkan aku Mara, sebab Yang Maha Kuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku”(1:20).

Mahlon dan Kilyon, kedua putra Naomi rupanya memiliki nama Kanaan kuno. “Mahlon” yang berarti “sakit” dan Kilyon seperti gagal, merana bahkan musnah. Orpa dan Rut adalah nama-nama Moab dan artinya tidak jelas. Putra-putra Elimelekh mengawini pemuja Kamos, dan meskipun perkawinan seperti itu tidak dilarang, bangsa Moab tidak diterima dalam jemaat yang beribadah. Dikatakan bahwa keluarga Elimelekh adlaah orang Efrata. Disatu pihak, kematian merupakan hal yang paling wajar, tetapi dipihak lain merupakan peristiwa yang paling tidak wajar. Kini Naomi tinggal diantara orang Moab yang sikapnya terhadap kematian. Betapa hancurnya hati Naomi karena tidak saja hanya kehilangan tiga orang dalam keluarganya, tetapi juga tidak ada pewaris yang akan meneruskan nama mereka dan menjamin warisannya. Tapi Naomi ingat, saluran komunikasi dengan sanak saudaranaya dikampung tetap dibuka. Pada masa sulit, iman kadang berarti menyerahkan semua kesulitan yang tak terjawab kedalam tangan Tuhan. Iman seperti itu akan selalu diperkuat dengan mengingat selalu bagaimana Allah membantu kita pada masa lalu.

Pulang Kampung (Rut 1:8-22)

Iman sejati selalu bisa diukur dari buah kasih yang dihasilkannya, dan Rut orang Moab yang menjadi beriman kepada Allah Naomi, tentu telah belajar dari Naomi tentang iman sejati. Kepedulian Naomi yang penuh kasih terhadap kedua menantunya pertama terungkap dalam doa. Demikian bagi Naomi dalam doanya untuk Rut dan Orpa. Naomi percaya kepada Allahnya yang penuh kasih, dan menyerahkan kedua menantunya dalam perlindungan Allahnya, dan kiranya Allah menunjukan kasih setianya dalam kehidupan mereka. Harapan Naomi kepada kedua menantunya agar pulang ke Moab dan bisa menikah lagi disana. Tangisan mengungkapkan kesediahan, hal itu adalah perasaan mendua bagi Orpa dan Rut yang perlu memilih antara kasih mereka terhadap Naomi dan harapan mereka untuk menjadi ibu dalam perkawinan kedua mereka. Kalau Orpa menunjukan cinta kasihnya dengan mentaati keinginan Naomi agar dia pulang dan menikah lagi, Rut menunjukan cintakasihnya dengan tetap menjadi anak perempuan Naomi.

Kasih Karunia Dan Rasa Syukur (Rut 2:1-13)

Naomi itu mempunyai seorang sanak suaminya, seorang yang kaya raya, dari kaum Elimalakh, namanya Boas. Pentingnya kaitan kekeluargaan Boas pada waktunya akan jelas. Boas adalah orang yang kaya raya, Rut pada tahap ini tidak memahami siapa Boas, memnfaatkan sifat dan kemurahan hati yang telah ditetapkanhukum Israel yaitu yang menyangkut panen. Rut menyadari bahwa hukum ini sangatlah murah hati, tanda kasih karunia yang melebihi hak pribadi dalam kepemilikan benda. Kestiaan lembut dari Rut terhadap ibu mertuanya, salah satu ciri yang menarik dalam hubbungan yang adab dan sangat baik. Dalam kisah Rut dijelaskan kebenaran, bahwa kasih karunia pemeliharaan Allah tidak menyisihkan keputusan manusia dan tindakan manusia. Sebaliknya, permintaan Rut dorongan Naomi pemilihan ladang yang dilakukan Rut tanpa mikir, dan keputusan bebas yang diambil Boas secara bebas. Lalu datanglah Boas dari Betlehem, ia berkata kepada para penyabit-penyabit itu: “kiranya Tuhan meyertai kamu” jawab mereka kepadanya : ”Tuah nkiranya memberkati Tuan”. Pertukaran ucapan berkat antara Boas dan para pekerjanya sangat mirip. Lalu kata Boas kepada hambanya, dari manakah perempuan itu, hambanya itu menjawab dia adalah seorang dari perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab. Tadi ia berkata ijinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas ini dibelakang penyabit-penyabit.

Begitulah ia datang dan terus sibuk  dari pagi dan sampai sekarang dan seketika pun ia tak berhenti. Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: "Dari manakah perempuan ini?"  Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: "Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.  Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketika pun ia tidak berhenti."  Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku perempuan. Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu." Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?"  Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.  TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."  Kemudian berkatalah Rut: "Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan."

Meskipun Rut menganggap dirinya orang asing Boas menyambut dia sebagai anggota keluarga Yahweh. Mengapakah aku mendapat belaskasihan dari padamu?, kita tahu bagaimana Rut bergantung pada kasih karunia. Berhadapan dengan Boas dia lagi-lagi mendapat kasih karunia mdalam kemurahan hati Boas yang penuh kepedulian. Jelas bahwa Boas telah mendengar tentang Naomi dan Rut di Betlehem dari negeri Moab. Dia telah mendengar bahwa Rut memelik ima Yahweh, berita bahwa Rut adalah perempuan Moab yang bersama-sama denga Naomi, tidak mengejutkan Boas ketika ia bertanya kepada mandornya siapa perempuan baru yang ikut memungut jelai. Boas dengan segera menanggapi denganmemberi perintah bahwa Rut harus diperlakukan dengan hormat. Naomi yang kemudian, dengan jelas mengaitkan kemurahan hati Boas dengan pemeliharaam Allah, tetapi barangkali Rut juga sudah mulai menyadari itu. Boas melangkah lebih jauh untuk menunjukan kepeduliannya itu, kata-katanya yang ramah dan pemberian kedudukkan sementara dalam rumah tangganya, pasti menenagkan hati janda. Semuanya itu mungkin merupakan tanda pertama bagi Rut bahwa jurang kepedihan yang ia jalani semenjak kematian suaminya kini sudah menjelang akhirnya, dan itu juga semuanya tanda harapan. Ciri-ciri yang mencolok dari Boas dan Rut sebagai orang beriman adalah penolakan keduanya untuk menuntut hak masing-masing. Iaman yang hidup terkadang Nampak dalam memberi dan dalam kesediaan untuk menerima dengan penuh rasa terima kasih. Kembali ke doa Boas untuk Rut, Nampak jelas bukti kesadaran Boassebagai anggota keluarga perjanjian dari Allah bangsa Israel, pengetahuan Boas tentang Allah dan gambarannya tentang kasih karunia, kemudian pemahaman Boas tentang pemahaman Rut yang lembut dan taat kepada kasih karunia seperti pengabdia Rut kepada Naomi dan akhirnya harapan Boas bahwa Tuhan memberkati Rut lebih lanjut. Doa Boas bagi Rut menyangkut pengalaman Rut dalam suatu hubungan yang diperkaya oleh Allah.

Tempat Dalam Keluarga Allah (Rut 2:14-23)

Ketika sudah waktu makan, berkatalah Boas kepadanya: "Datanglah ke mari, makanlah roti ini dan celupkanlah suapmu ke dalam cuka ini." Lalu duduklah ia di sisi penyabit-penyabit itu, dan Boas mengunjukkan bertih gandum kepadanya; makanlah Rut sampai kenyang, bahkan ada sisanya.  Setelah ia bangun untuk memungut pula, maka Boas memerintahkan kepada pengerja-pengerjanya: "Dari antara berkas-berkas itu pun ia boleh memungut, janganlah ia diganggu; bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia." Maka ia memungut di ladang sampai petang; lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya.  Diangkatnyalah itu, lalu masuklah ia ke kota. Ketika mertuanya melihat apa yang dipungutnya itu, dan ketika dikeluarkannya dan diberikannya kepada mertuanya sisa yang ada setelah kenyang itu, maka berkatalah mertuanya kepadanya: "Di mana engkau memungut dan di mana engkau bekerja hari ini? Diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu!" Lalu diceritakannyalah kepada mertuanya itu pada siapa ia bekerja, katanya: "Nama orang pada siapa aku bekerja hari ini ialah Boas." Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: "Diberkatilah kiranya orang itu oleh TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setia-Nya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati." Lagi kata Naomi kepadanya: "Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita." Lalu kata Rut, perempuan Moab itu: "Lagipula ia berkata kepadaku: Tetaplah dekat pengerja-pengerjaku sampai mereka menyelesaikan seluruh penyabitan ladangku." Lalu berkatalah Naomi kepada Rut, menantunya itu: "Ya anakku, sebaiknya engkau keluar bersama-sama dengan pengerja-pengerjanya perempuan, supaya engkau jangan disusahi orang di ladang lain." Demikianlah Rut tetap dekat pada pengerja-pengerja perempuan Boas untuk memungut, sampai musim menuai jelai dan musim menuai gandum telah berakhir. Dan selama itu ia tinggal pada mertuanya. Inilah sifat Allah yang dikenal oleh Naomi, Allah memperkenalkan dirinya kepada Naomi sebagai Allah yang memberikan kasih karunia, bahkan mereka sesungguhnya tidak layak menerimanya. Sebelum ia berpegang terus pada kasih karunia ini dalam segala hal penderitaannya kehilangan orang-orang yang dikasihinya. Sekarang ia menerima kasih karunia pemeliharaan Allah melalui kemurahan hati seorang pertani yang kaya. Ada pola yang mirip dalam tulisan Rasul Paulus kepada jemaat Korintus mengenai kasih karunia. Dia mengungkapkan pembacaanya agar para pembacanya mengenal kasih karunia Allah. Percaya dalam kasih karunia mengingatkan kita, dalam hal ini mencakup kepedulian kita terhadap keadilan dalam pembagian sumber daya alam dan struktur sosial dan prioritas.

Levir Dan Goel

Sang levir atau levirate adalah pranata pernikahan kuno yang  menyangkut seorang saudara ipar. Sudah banyak yang ditulis para pakar tentang maksud dan praktik levirat di Timur dekat Kuno. Pemikirannya iadalah bahwa anak yang akan dilahirkan ialah untuk kaka almarhum, yaitu Er. Dengan demikian nama Er akan berlanjut dan mungkin juga menyelamatkan harta bendanya. Selanjutnya, ada persyaratan untuk kemungkinan sang saudara dari almarhum tidak mau melakukanj tugas ini dan untuk tindakan memalukan yang harus diterima jika ia menolak. Akhirnya maksud Levir ialah sebagai sarana melestarika hidup dan nama orang yang meninggal agar nama itu tidak terhapus dari bangsa Israel, dan untuk membangun keturunan saudaranya. Tugas-tugas Levirat dalam kitab Rut terpindah dengan kerabat terdekat, siapapun dia. Itu sebabnya Naomi bergembira ketika tahu bahwa Boaslah yang membantu Rut.

 

Sang Goel sudah kita lihat dalam pembahasan lebih awal mengenai cerita Rut bahwa ada perasaan solidaritas keluarga yang kuat diantara umat Yahweh. Anggota keluarga berkewajiban untuk mengurusi dan melindungi satu sama lain. Telah disebut bahwa Goel adalah pelindung kerabat dekat yang dalam keadaan tertentu wajib bertindak menjadi penebus karena dibutuhkan. Akhirnya, sang Goel bisa bertindak sebagai wali dalam pembayaran yang wajib untuk mengganti kerugian yang disebabka seorang kerabat. Goel adalah pranata solidaritas keluarga dan peringatan akan tanggung jawab kolektif. Goel sama denga kerabat-penebus Israel. Fokus utama pemanggila untuk menjadi umat perjanjian Alla, dan janji-Nya mengenai harapan yang baru di negeri yang baru merupakan tindakan penebusan dari tanah Mesir.

Betapa pentignya bahwa Allalah kerabat mereka penebus mereka. Dengan demikian Allah diakui sebagai Allah yang membela orang yang tertindas, yang memanggil orang-orang dari kegelapan menjadi uma-Nya. Inilah ungkapa kasi setia dan kemurahan-Nya, dan ungkapan kasih inilah yang diharapkan Naomi dan Rut dalam kebutuhan dan ketidakberdayaan mereka. Kristus Goel kita seperti boas dan Rut, terikt keluarga dengan  kita mampu bersedia menebus kita, kini kita telah menjadi anggota keluarga-Nya. Dari titik ini kita bisa menyadari bahwa Naomi dan Rut adanya seorang Goel menjanjikan perlindungan, bantuan penebusan. Kalau ada Goel, seorang kerabat dekat yang terikat dengan solidaritas keluarga, pada orang ini terletak harapan mereka dan masa depan mereka. Barangkali Boas sang Goel mau menjadi orang yang melestarikan nama keluarga Elimelekh saja, dan nama menantunya juga, yaitu Rut yang telah ia cintai yang berlindung dibawah naungan sayap Allah.

Posting Komentar untuk "Tafsiran Lengkap Kitab Rut Dan Implikasinya Masa Kini (Part 1)"