Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tafsiran Lengkap Kitab Rut Dan Implikasinya Masa Kini (Part 2)

Iman Aktif Dalam Kasih (Rut 3:1-18)

Lalu Naomi, mertuanya itu, berkata kepadanya: "Anakku, apakah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia? Maka sekarang, bukankah Boas, yang pengerja-pengerjanya perempuan telah kautemani itu, adalah sanak kita? Dia pada malam ini menampi jelai di tempat pengirikan;  maka mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu dan pergilah ke tempat pengirikan itu. Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum.  Jika ia membaringkan diri tidur, haruslah engkau perhatikan baik-baik tempat ia berbaring; kemudian datanglah dekat, singkapkanlah selimut dari kakinya dan berbaringlah di sana. Maka ia akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan." Lalu kata Rut kepadanya: "Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan." Inisiatif dalam kisah ini sekarang terletak ditangan Naomi. Yang menjadi perhatiannya adalah kebahagiaan Rut. Apakah Naomi mengira bahwa Boas adalah kerabat terdekat mereka? Kalau Naomi tahu tentang orang lain ini, maka desakannya kepada Rut akan mendekati Boas, yaitu tindakan apapun yang dilakukan Boas tidak mungkin berdasarkan atas persyaratan hukum melainkan kemauan dan kemurahan hati. Naomi memandang kedepan dalam merencanakan agar Rut minta Boas sebagai Levirnya.

Boas adalah kerabat dekat: wajar mereka meminta Boas membantu dan melindungi mereka. Apakah Boas siap melakukan tugas kerabatnya. Waktu sudah siap untuk melakukan tugas kerabat itu. Naomi mengatur langkah untuk pertemuan antar Boas dan Rut. Disini Naomi melakukan tugasnya sebagai orang tua untuk Rut. Naomi menyiapkan Rut untuk menjelaskan kepada Boas bahwa ia ingin dikawini Boas. Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan mertuanya kepadanya. Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia untuk membaringkan diri tidur pada ujung timbunan jelai itu. Kemudian datanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan berbaringlah ia di situ. Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya. Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami." Boas psti mengerti permintaan Rut untuk dinikahi. Untuk melawan pemikiran bahwa Rut melakukan sesuatu yang tidak patut, bahkan amoral, dengan meminta pernikahan Leviral dengan car ini yang tidak layak dalam pernikahan biasa. Sebenarnya, seperti yang akan kita temukan dalam kitab ini, ada kerabat yang lebih berat dari pada Boas, tetapi persoalannya tidak berubah. Rut meminta Boas sebagai Goel untuk bertindak sebagai Levir. Rut menempatkan diri dalam kedudukan yang rawan sekali, bahwa dengan mudah bisa dimanfaatkan. Bahwa dia melibatkan diri dalam situasi yang begitu menyakitkan merupakan heroisme kesetiaan. Dia tidak menginginkan apa-apa untuk dirinya, hanya seoarang pewaris untuk suaminya.

Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya. Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik. Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus, tetapi walaupun demikian masih ada lagi seorang penebus, yang lebih dekat dari padaku. Tinggallah di sini malam ini; dan besok pagi, jika ia mau menebus engkau, baik, biarlah ia menebus; tetapi jika ia tidak suka menebus engkau, maka akulah yang akan menebus engkau, demi TUHAN yang hidup. Berbaring sajalah tidur sampai pagi." Jadi berbaringlah ia tidur di sebelah kakinya sampai pagi; lalu bangunlah ia, sebelum orang dapat kenal-mengenal, sebab kata Boas: "Janganlah diketahui orang, bahwa seorang perempuan datang ke tempat pengirikan." Lagi katanya: "Berikanlah selendang yang engkau pakai itu dan tadahkanlah itu."

Lalu ditadahkannya selendang itu. Kemudian ditakarnyalah enam takar jelai ke dalam selendang itu. Sesudah itu pergilah Boas ke kota. Setelah perempuan itu sampai kepada mertuanya, berkatalah mertuanya itu: "Bagaimana, anakku?" Lalu diceritakannyalah semua yang dilakukan orang itu kepadanya, serta berkata: "Yang enam takar jelai ini diberikannya kepadaku, sebab katanya: Engkau tidak boleh pulang kepada mertuamu dengan tangan hampa." Lalu kata mertuanya itu: "Duduk sajalah menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu; sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga."ini mendorong Boas untuk mendoakan dan memohonkan berkat Allah bagi Rut. Menanggapi permohonan Rut, Boas menjanjikan bantuannya bahkan, ia bertindak segera setelah malam berlalu. Ada komentator yang meyakini bahwa Boas memikirkan penebusan harta bendadan memahami acuan Rut mengenai goel dalam kaitan itu. Sebab itu, menurut hukum, Boas tidak wajibh bertindak apa-apa, sehubungan dengan pernikahan Levirat. Hukum Pentateukh mengenai Goel tidak menuntun tindakan apapun dari Boas. Namun ada pengewrtian yang luas mengenai fungsi Goel dalam Pl, yang tidak membatasi tugasnya hanya memenuhi undang-undang. Ini lebih merupakan kewajiban perjanjian dan moral untuk bertindak bagi orang kerabat yang membutuhkan bantuan apapun. Dalam situasi kedua janda ini, baiklah berarsumsi bahwa inilah pandangn mereka tentang goel. Mereka tidak bisa mengharapkan apa-apa dari Boas sebagai hak mereka. Tapi merreka percaya, mereka mengandalkan belaskasihan Boas dan kemurahan hatinya. Dan kepercayaan mereka tidak sia-sia. Boas taat hukum, bagi dia hukum memberi bimbangan untuk hidup sebagai orang yang termasuk dalam keluarga perjanjian Allah.

Kasih Melebihi Hukum (Rut 4:1-12)

Boas telah pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana. Kebetulan lewatlah penebus yang disebutkan Boas itu. Lalu berkatalah Boas: "Hai saudara, datanglah dahulu ke mari, duduklah di sini." Maka datanglah ia, lalu duduk. Kemudian dipilihnyalah sepuluh orang dari para tua-tua kota itu, dan berkata: "Duduklah kamu di sini." Maka duduklah mereka.  Lalu berkatalah ia kepada penebus itu: "Tanah milik kepunyaan saudara kita Elimelekh hendak dijual oleh Naomi, yang telah pulang dari daerah Moab.  Jadi pikirku: baik juga hal itu kusampaikan kepadamu sebagai berikut: Belilah tanah itu di depan orang-orang yang duduk di sini dan di depan para tua-tua bangsa kita. Jika engkau mau menebusnya, tebuslah; tetapi jika engkau tidak mau menebusnya, beritahukanlah kepadaku, supaya aku tahu, sebab tidak ada orang yang dapat menebusnya kecuali engkau, dan sesudah engkau: aku." Lalu berkatalah ia: "Aku akan menebusnya." Tetapi kata Boas: "Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, isteri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas milik pusakanya." Lalu berkatalah penebus itu: "Jika demikian, aku ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri.

Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya. Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar: setiap kali orang hendak menguatkan sesuatu perkara, maka yang seorang menanggalkan kasutnya sebelah dan memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang mensahkan perkara di Israel. Lalu penebus itu berkata kepada Boas: "Engkau saja yang membelinya." Dan ditanggalkannyalah kasutnya. Kemudian berkatalah Boas kepada para tua-tua dan kepada semua orang di situ: "Kamulah pada hari ini menjadi saksi, bahwa segala milik Elimelekh dan segala milik Kilyon dan Mahlon, aku beli dari tangan Naomi;  juga Rut, perempuan Moab itu, isteri Mahlon, aku peroleh menjadi isteriku untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu di atas milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota. Kamulah pada hari ini menjadi saksi." Dan seluruh orang banyak yang hadir di pintu gerbang, dan para tua-tua berkata: "Kamilah menjadi saksi.

TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem, keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan diberikan TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini!" disini Boas menunjukan kejujuran, kesantunan dan piawaiannya berdiplomasi dengan memaparkan bahwa bukan Naomi yang mempertimbangkan pernikahan Levirat. Melainkan menantunnya Rut. Sang kerabat dekat itu sangat kesulitan, dia sadar bahwa dia punya dua tanggung jawa tetapi tanggung jawab itu digabung menjadi satu. Suatu pokok keistimewaan penting muncul dalam bagian ini: Boas menikah dengan Rut. Kewajiban ini tidak selalu menyiratkan pernikahan penuh. Melalui tindakan Boas berkorban, Rut ditetapkan sebagai umat kerajaan Allah. Itulah kewajiban bagi umat Allah: orang yang sudah ditebus wajib menjadi perantara bagi orang lain untuk mendapatkan penebusan. Untuk ini orang-orang itu memberikan kesaksian mereka. Kesaksian ini disertai permohonan doa berkat dari Tuhan untuk disertai. Betapa jelasnya ini semua menggambarkan bahwa kita ini menuturkan kerohanian yang mendalam. Setiap aspek kehidupan baik dukacita Mupun sukacita semuanya dihayati dengan iman bahwa Allah ada dan Allah peduli. Tak hanya itu tapi juga tindakan manusia pada dirinya menunjukan watak kepada Allah. Semua pola manusia harus berpola atas dan pada gilirannya menunjukan bagaiman Allah menjalin hubungan dengan umat-Nya dan tinddakan-Nya menurut perjanjian-Nya.

Kita Mempunyai Sejarah (Rut 4:13-22)

Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki. Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: "Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel. Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki."  Dan Naomi mengambil anak itu serta meletakkannya pada pangkuannya dan dialah yang mengasuhnya. Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya: "Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki"; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud. Inilah keturunan Peres: Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas, Boas memperanakkan Obed, Obed memperanakkan Isai dan Isai memperanakkan Daud. Kekayaan signifikan yang diberikan Allah kepada hubungan seksual fisik menuntun kontes cinta dan kesetiaan yang meningkat dan lenggeng antara pasangan itu. Itu sebabnya moralita Alakitab meskipun membernarkan seksualitas pada semua tingkat perjumpaan pribadi menunda pengungkapan kasih secara fisik dan penuh dalam hubungan seks, sam pai tersedianya konteks keterikatan cinta setia hetero seksual yang lenggeng yaitu pernikahan.

Ini adalah hasil pembuahan dan jaringan Rahim yang telah menjadi jargon dari beberapa propaganda pendukung pengguguran. Kesaksian Alkitab sama sekali tidak meragukan. Ada banyak acuan mengenai kehidupan manusia sebelum kelahiran. Iman kita dicerminkan dalam kitab Rut. Pembuahan adalah kasih karunia Tuhan. Jika kita menghadapi insan manusia dalam pembentukan manusia dengan nasib pribadi yang ditentukan Tuhan sejak pembuahannya tanggung jawab berat dipikul oleh mereka yang memutuskan untuk mengakhiri suatu kehamilan. Penyelesaian membuat sukacita: anak laki-laki yang dilahirkan Rut juga menjadi anak Nomi dalamn keluarga Elimelekh. Doa ini meyempurnakan lingkarannya dan menyatakan sekali lagi kekuasaan dan kepedulian Allah. Kitab ini menurutkan sejarah silsilah nenek moyang raja Daud untuk menunujukan nenek moyang raja besar berjalan dihadapan Allah dan manusia dalam ketakwaan dan keyakinan dan dalam kerendahan hati dan kesucian hidup kita. Rut adalah perempuan kafir dari bangsa yang begitu memusuhu Israel, dianggap berharga menjadi ibu suku dari raja yang besar dan saleh, karena cinta kasihnya yang setia terhadp umat Israel dan kebulatan keyakinannya dalam nama Allah Israel.  Silsilah sering membosankan. Namun, silsilah itu diperlukan untuk membantu kita dalam mengingatkan suatu fakta yang sangat penting yang oleh Alkitab berkata tidak boleh dilupakan. Iman kita dan hidup kita yang bersahaja juga merupakan dari kepedulian Allah yang memelihara dan penuh kasih karunia. Yesus adalah kerabat dan penebus, tetapi melaui Roh Kudus pemberi hidup Allah memimpin kami dalam seluruh kebenaran. Segala sesuatu adalah dari Engkau, yaitu Allah Israel, Allah kami yang hidup dan dari-Mu dan oleh-Mulah dan kepada-Mulah kemuliaan sampai selama-lamanya karena Kamu layak menerimanya. Haleluya, Amin!!!

Posting Komentar untuk "Tafsiran Lengkap Kitab Rut Dan Implikasinya Masa Kini (Part 2)"